Tampilkan postingan dengan label Nelayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nelayan. Tampilkan semua postingan

17 Desember 2008

Nyulo (nelayan tradisional 2)



Nyulo merupakan salah satu cara untuk mendapatkan udang. Nyulo berasal dari kata dasar "sulo" (suluh=dian=obor). Kegiatan nyulo ini dilakukan pada malam hari, karena pada malam hari mata udang akan terlihat jelas berwarna merah menyala, sedangkan pada siang hari udang akan membenamkan diri ke dalam tanah.
Berbeda dengan nyungkor, kalau nyulo kita menggunakan "tanggok" dan untuk alat penerangannya menggunakan lampu aki (accu/batre 12v), namun kalau dalu penerangannya menggunakan lampu "karbit", tapi karena karbit sulit didapat dan bentuknya tidak praktis maka masyarakat beralih ke lampu aki.
Kalau nyulo kita dapat memilih udang yang ingin kita tangkap, namun caranya susah-susah gampang, bagi yang belum terbiasa bisa-bisa anda tidak mendapat udang barang seekor pun.

Nyungkor (nelayan tradisional 1)



Untuk mendapatkan udang, "nyungkor" merupakan salah satu cara untuk mendapatkannya.
Nyungkor berasal dari kata dasarnya "sungkor" dan merupakan kata benda, yaitu alat dari bambu panjang (kurang lebih 2-3 m) yang dipasangi jaring (seperti gambar diatas).
Cara kerja sungkor yaitu dengan cara didorong pada kedalaman air dari sebatas dengkul sampai sebatas pinggang, sehingga
udang yang didapat dari nyungkor ini bervariasi ukurannya, dari yang sebesar ujung lidi, (biasa disebut udang rebon) sampai yang sebesar jempol tangan, karena kita tidak bisa milih-milih udang yang akan ditangkap. Setelah sampai di"darat" barulah udang itu dipisah-pisah menurut besarnya.
Berbeda dengan "nyulo", nyungkor dapat dilakukan pada malam hari atau siang hari (tergantung pada musim, karena pada musim barat, antara bulan Desember-Februari, biasanya udang lebih banyak terlihat pada siang hari.

09 Desember 2008

"Bagan" sarana untuk menangkap ikan

Masyarakat Belitung sebagian besar tinggal di daerah pesisir, dan umumnya mata pencahariannya adalah sebagai nelayan. Banyak sekali perkampungan nelayan di pulau Belitung ini, dan umumnya di dominasi oleh suku bugis.

Selain sampan atau motor boat atau perahu motor, bagan merupakan salah satu sarana bagi para nelayan utk menangkap ikan, dimana yang di sebut bagan adalah perahu motor yang mampunyai cadik atau "sayap" di sisi kiri dan kanan badan perahu seperti gambar diatas.
Bagan ini beroperasi hanya pada waktu "bulan gelap" dan biasanya istirahat pas "bulan terang" atau purnama (lebih kurang 4-5 hari). Namun begitu alat komunikasi dan navigasi yang digunakan sudah termasuk modern walaupun kehidupan mereka sebagian besar masih kelas ekonomi kebawah.